Jakarta, 27 Juni 2026 – Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) menyelenggarakan Workshop Manajemen Osteoporosis pada Pelayanan Primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang diikuti oleh dokter umum dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini merupakan upaya PEROSI untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan primer dalam menghadapi tingginya angka osteoporosis dan risiko fraktur akibat osteoporosis di masyarakat.

Kegiatan hari pertama diawali dengan sambutan Ketua Umum PB PEROSI, Dr. dr. Tirza Z Tamin, SpKFR, M.S(K), FIPM(USG), yang menekankan pentingnya peran layanan kesehatan primer dalam deteksi dini, edukasi, serta tata laksana osteoporosis secara komprehensif. Selanjutnya, beliau menyampaikan keynote speech bertajuk “Masalah Osteoporosis dan Implikasinya bagi Masalah Kesehatan di Indonesia” yang memberikan gambaran mengenai beban penyakit osteoporosis dan tantangan penanganannya di Indonesia.

Materi ilmiah pada hari pertama disusun secara sistematis mulai dari pemahaman dasar hingga pendekatan multidisiplin. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pembahasan mengenai patogenesis dan manifestasi klinis osteoporosis oleh dr. Anna Ariane, Sp.PD-KR, serta interpretasi pemeriksaan penunjang seperti X-ray, Bone Mineral Density (BMD), dan penggunaan FRAX Indonesia oleh dr. Paulus Rahardjo, SpRad, CCD.
Sesi berikutnya membahas variasi osteoporosis berdasarkan kelompok populasi, termasuk osteoporosis pada pria dan wanita yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Muharam, Sp.OG-K, MPH, osteoporosis pada populasi pediatri oleh dr. Ghaisani Fadiana, SpA(K), serta osteoporosis pada pasien dengan komorbid penyakit neuromuskular oleh dr. Irma Savitri, SpN.
Pada sesi ketiga, peserta memperoleh pemahaman mengenai farmakoterapi osteoporosis dari Dr. dr. Anggi Gayatri, Sp.FK dan peranan tata laksana pembedahan pada osteoporosis yang disampaikan oleh dr. Nadia Nastassia Ifran, SpOT-K.
Sebagai penutup rangkaian materi hari pertama, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai peran nutrisi dalam pencegahan osteoporosis oleh dr. Lily Indriani Octovia, MT, M.Gizi, SpGK(K), pendekatan rehabilitasi oleh dr. Clements, SpKFR, serta aktivitas dan latihan fisik untuk pencegahan primer osteoporosis yang disampaikan oleh dr. Monica Surjanto, SpKO.
Melalui diskusi interaktif yang berlangsung di setiap sesi, para peserta tidak hanya memperoleh pembaruan ilmu pengetahuan terkini, tetapi juga mendapatkan bekal praktis yang dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di FKTP. Kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan osteoporosis di Indonesia.
