Jakarta, 28 Juni 2026 – Memasuki hari kedua, Workshop Manajemen Osteoporosis pada Pelayanan Primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang diselenggarakan oleh PEROSI berfokus pada penerapan ilmu yang telah diperoleh peserta melalui diskusi kasus klinis dan praktik langsung pencegahan osteoporosis. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Hotel Akasia Jakarta dan menjadi wadah kolaborasi antara para peserta dengan para ahli dari berbagai disiplin ilmu.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum PB PEROSI, Dr. dr. Tirza Z Tamin, SpKFR, M.S(K), FIPM(USG), yang kembali menegaskan pentingnya deteksi dini dan tata laksana osteoporosis berbasis pelayanan primer untuk menurunkan angka kejadian fraktur dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Kegiatan utama hari kedua diawali dengan pemaparan kasus oleh dr. Wenny Firdatul Hasanah, SpKFR, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi kasus mendalam yang difokuskan pada penegakan diagnosis dan algoritma terapi osteoporosis. Diskusi dipandu oleh moderator dr. Faisal Parlindungan, SpPD-KR dan melibatkan panel multidisiplin yang terdiri dari para narasumber workshop, sehingga peserta dapat memperoleh berbagai sudut pandang dalam pengambilan keputusan klinis.


Sesi diskusi berlangsung secara aktif dengan berbagai pertanyaan dan studi kasus yang mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengintegrasikan teori yang telah dipelajari pada hari pertama ke dalam praktik klinis sehari-hari.

Selain sesi ilmiah, peserta juga mendapatkan paparan dari sponsor kegiatan dan mengikuti Demo Senam Pencegahan Osteoporosis yang dipandu oleh dr. Angelica Anggunadi, SpKO, dr. Monica Surjanto, SpKO, serta instruktur senam. Kegiatan ini menegaskan bahwa pencegahan osteoporosis tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga memerlukan intervensi gaya hidup aktif dan latihan fisik yang tepat.

Dengan berakhirnya rangkaian workshop selama dua hari, PEROSI berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dalam meningkatkan kesadaran, deteksi dini, pencegahan, dan tata laksana osteoporosis di tingkat pelayanan primer. Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan dan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti workshop secara penuh.

Views : 3

Share :