Jakarta, 23 - 25 Januari 2026 — Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) sukses menyelenggarakan Workshop Tatalaksana Osteoporosis pada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) selama tiga hari, yang dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga medis dalam penatalaksanaan osteoporosis secara komprehensif, berbasis bukti ilmiah, dan multidisiplin.


Workshop diawali dengan dua hari sesi online yang berlangsung dinamis dan interaktif. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan materi fundamental terkait osteoporosis, meliputi osteoporosis primer dan pascamenopause, pemilihan dan tatalaksana obat osteoporosis, pemeriksaan penunjang termasuk interpretasi radiologis dan DXA, prinsip farmakologi, serta osteoporosis sekunder. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan diskusi aktif bersama para narasumber ahli.


Memasuki hari kedua, materi berlanjut pada pembahasan yang lebih aplikatif, mencakup osteoporosis pada pria dan populasi khusus, osteoporosis terkait penyakit dan penggunaan obat tertentu, peran rehabilitasi medik dalam pencegahan fraktur, serta pendekatan manajemen osteoporosis berbasis kolaborasi multidisiplin. Diskusi berlangsung semakin mendalam, mencerminkan tingginya kebutuhan peserta terhadap integrasi ilmu lintas bidang dalam praktik klinis di FKRTL.


Rangkaian workshop mencapai puncaknya pada hari ketiga, yang diselenggarakan secara luring di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, melalui Diskusi Kasus Multidisiplin. Pada sesi ini, berbagai kasus klinis osteoporosis dibahas secara komprehensif oleh para narasumber dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari penegakan diagnosis, pemilihan terapi yang tepat, hingga strategi pencegahan fraktur. Interaksi langsung antara peserta dan narasumber menjadikan diskusi berlangsung kritis, solutif, dan aplikatif.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, PEROSI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan osteoporosis di Indonesia, khususnya di tingkat FKRTL, melalui edukasi berkelanjutan dan penguatan kolaborasi multidisiplin. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini dapat diimplementasikan secara optimal dalam praktik klinis sehari-hari demi meningkatkan kualitas hidup pasien osteoporosis.

PEROSI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber, peserta, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ke depan, PEROSI akan terus menghadirkan kegiatan ilmiah yang relevan dan berdampak nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan tulang di Indonesia.

Views : 17

Share :