Semarang, 29 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2025, Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) Cabang Semarang menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukatif dan promotif berupa senam bersama, talkshow kesehatan tulang, serta pemeriksaan handgrip strength gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Dekanat FK UNDIP – RSUP Dr. Kariadi Semarang dan diikuti oleh sekitar 150 peserta, terdiri dari anggota paguyuban senam lansia, anggota Perwatusi, serta tenaga kesehatan dan panitia.
Hari Osteoporosis Nasional yang diperingati setiap 20 Oktober merupakan momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini osteoporosis, penyakit yang kerap disebut silent disease karena sering tidak menimbulkan gejala hingga terjadi patah tulang. Seiring meningkatnya usia harapan hidup dan pola hidup kurang aktif, risiko kerapuhan tulang semakin meningkat di Indonesia.
Melalui kegiatan tahun ini, PEROSI Cabang Semarang berupaya memperkuat literasi kesehatan masyarakat dengan pendekatan olahraga, edukasi radiologi, gizi, serta pemeriksaan fungsi otot.
Rangkaian Kegiatan
1. Senam Bersama
Kegiatan dibuka dengan senam bersama yang dipandu instruktur profesional. Gerakan low-impact dipilih untuk meningkatkan kekuatan otot, menjaga keseimbangan, serta memberikan pengalaman langsung bahwa olahraga ringan dapat membantu mencegah osteoporosis.
2. Talkshow Edukasi Kesehatan Tulang
Setelah senam, peserta mengikuti talkshow interaktif bersama narasumber dari bidang radiologi, ilmu gizi, dan penyakit dalam. Materi yang disampaikan meliputi:
1. Faktor risiko dan bahaya osteoporosis,
2. Pentingnya pemeriksaan densitometri tulang (BMD),
3. Peran nutrisi seperti kalsium, vitamin D, dan protein,
4. Pola hidup sehat untuk mencegah kerapuhan tulang.
Peserta juga memperoleh kesempatan bertanya langsung terkait kondisi kesehatan tulang mereka.
3. Pemeriksaan Handgrip Strength Gratis
Pemeriksaan handgrip strength dilaksanakan sebagai metode sederhana menilai kekuatan otot dan indikator risiko sarcopenia yang turut berhubungan dengan osteoporosis. Setiap peserta memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaannya serta edukasi lanjutan untuk meningkatkan fungsi otot dan kesehatan tulang.
Kegiatan ini melibatkan 20 tenaga medis, termasuk dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri, radiologi, gizi klinik, kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta pediatri. Koordinasi dan kolaborasi multidisiplin menjadi kekuatan utama dalam penyelenggaraan kegiatan edukatif ini.
Kegiatan diselenggarakan oleh PEROSI Cabang Semarang serta pihak sponsor yang membantu terselenggaranya acara dengan baik.
Total 150 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain memperoleh edukasi, peserta merasa terbantu dengan pemeriksaan kekuatan otot yang mudah dan cepat dilakukan.
Ketua PEROSI Cabang Semarang, Dr. dr. Dwi Ngestiningsih, M.Kes., SpPD, K-Ger, menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, tenaga kesehatan, dan peserta yang terlibat. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkala untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan osteoporosis sejak dini.