Jakarta, 2 Agustus 2026 – Pengurus Besar Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PB PEROSI) bekerja sama dengan International Society for Clinical Densitometry (ISCD) sukses menyelenggarakan hari kedua Quality Bone Densitometry Course 2026 di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta Utara. Memasuki hari kedua, pembelajaran difokuskan pada pemanfaatan hasil pemeriksaan Dual-energy X-ray Absorptiometry (DXA) dalam praktik klinis untuk mendukung diagnosis, evaluasi, serta tata laksana pasien osteoporosis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan materi "Can You Trust This DXA Report?" yang membahas pentingnya mengevaluasi kualitas laporan DXA sebelum digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan klinis. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi "Clinical Evaluation of Bone Health" yang mengulas pendekatan komprehensif dalam menilai kesehatan tulang pasien, tidak hanya berdasarkan hasil pemeriksaan densitometri, tetapi juga melalui evaluasi faktor risiko dan kondisi klinis secara menyeluruh.

Pada sesi berikutnya, peserta mendalami tata laksana osteoporosis melalui pembahasan Clinical Management Part I: Non-pharmacologic Therapy, yang menekankan pentingnya intervensi non-obat sebagai bagian dari penanganan pasien. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan Clinical Management Part II: Pharmacologic Treatment of Osteoporosis serta Clinical Management Part III: Adverse Effects of Osteoporosis Medications, Sequential and Combination Therapy, and Drug Holidays, yang memberikan pemahaman mengenai pemilihan terapi, strategi pengobatan, serta pengelolaan efek samping obat osteoporosis berdasarkan kondisi klinis pasien.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi Case Discussion, di mana berbagai kasus klinis dibahas secara interaktif bersama para narasumber. Sesi ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengintegrasikan teori dengan praktik melalui diskusi mengenai tantangan yang sering ditemui dalam pelayanan sehari-hari.

Antusiasme peserta tetap tinggi sepanjang pelaksanaan hari kedua. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan besarnya minat peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai interpretasi hasil DXA, penilaian risiko fraktur, hingga strategi tata laksana osteoporosis yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan rekomendasi terkini.

Dengan berakhirnya rangkaian Quality Bone Densitometry Course 2026, PB PEROSI berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dalam praktik klinis sehari-hari sehingga kualitas pelayanan diagnosis dan penatalaksanaan osteoporosis di Indonesia semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen PB PEROSI bersama IHTC dalam mendukung pendidikan kedokteran berkelanjutan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di bidang kesehatan tulang.

Views : 1

Share :